Tag Archives: Pembunuh di Indonesia

Pembunuh Bayaran paling Ditakuti di Indonesia

Mendengar atau membaca kata pembunuhan saja sudah menjadi momok mengerikan buat kalian semua bukan ? terlebih lagi jika gabungan dari kata pembunuhan ini adalah bayaran, fix banget makin ngeri sejadi-jadinya. Dalam artian Pembunuh Bayaran ini rela melakukan dosa dengan bayaran yang mereka kira setimpal di dunia. Acap kali perihal pembunuh bayaran ini kalian temui di berbagai film action bukan ? namun, dalam hal ini saya tidak akan membahas lagi tentang film action yang mungkin akan kalian cari. Tetapi, lebih dalam lagi menguak pembunuh bayaran paling ditakuti dalam dunia nyata di negara Indonesia. 

Pekerjaan link alternatif sbobet88 yang satu ini memang sangat mengerikan, dan membayangkannya saja ada di dalam sebuah film action sudah membuat kalian ketakutan. Well jika ada di negara luar si Fine-fine aja, akan tetapi untuk pekerjaan ini sudah dilakukan oleh beberapa orang yang sangat ahli di Indonesia lho. Ada yang melakukannya sendiri dan ada juga yang melakukannya dengan secara bersama-sama. Mengapa demikian ? hal ini dikarenakan pembunuh bayaran harus bekerja dengan serapih-rapih mungkin dan sebisa mungkin harus sulit untuk bisa dilacak oleh para penegak hukum di negaranya tersebut. 

Selain itu, para pembunuh bayaran ini juga telah merencanakan aksi pembunuhannya dengan matang-matang dan melebur menjadi satu dengan masyarakat. Selain itu, banyak juga teknik sadis yang mereka lakukan dalam menyelesaikan pekerjaannya tersebut. Di Indonesia sendirikan negara hukum yang sangat amat ketat akan perdagangan senjata-senjata seperti tembakan dan lain sebagainya. Lalu, bagaimana para pembunuh bayaran ini bisa melakukan pekerjaannya dengan sebaik mungkin ? ingin tahu ? simak lebih lengkap pada bacaan di bawah ini. 

Pembunuh Bayaran bernama Umar Jaya 

Untuk pembunuh bayaran yang pertama, saya akan membahas tentang bapak Umar Jaya. pria berkebangsaan Indonesia ini tinggal di Provinsi Sumatera Barat. Umar sendiri diketahui mampu menghabisi nyawa dari pemilik salah satu kampus ternama di Sumatera Barat tahun 1996. Pekerjaan ini telah Umar Jaya lakukan bersama rekan-rekannya. Untuk saat ini rekan dari Umar Jaya sudah meninggal dunia. 

Setelah kejadian tersebut berlangsung dan sudah diketahui oleh pihak berwajib. Umar Jaya ini menjalani hukuman penjara selama 11 tahun dan baru bisa menghirup udara bebas sejak tahun 2011 silam. Tak hanya lihai membunuh lalu mendapatkan bayaran, tetapi Umar Jaya juga sudah beberapa kali terlibat dari kasus perampokan dan dari aksinya ini Umar Jaya sering sekali membunuh korbannya dengan cara yang sadis dan juga kejam. 

Pembunuh Bayaran bernama Iwan Cepi Murtado 

Beralih dari Umar Kaya, kini ada sosok bapak-bapak yang bernama Iwan Cepi Murtado atau Iwan. pria ini menjadi salah satu pembunuh bayaran berdarah dingin. Kasus yang pernah dirinya lakukan ini sempat membuat Indonesia menjadi gempar. Iwan sudah diketahui beberapa kali telah melakukan pembunuhan ke pengusaha kaya raya. Iwan sendiri menjadi suruhan dari para pembesar di negara Indonesia. Dirinya sangat amat dinilai lihai dalam membidik para korbannya tersebut. 

Pembunuh Bayaran Paling Ditakuti di Indonesia Ini Mengaku Dihantui Wanita Korban Terakhir - Halaman all - Tribun Pekanbaru

Sebelum benar-benar menuntaskan pekerjaannya tersebut, Iwan sendiri selaku pembunuh bayaran ini melakukan pengamatan ke calon korbannya tersebut jauh-jauh hari sebelumnya. Bahkan, disini Iwan dengan pintarnya mempelajari gerak gerik dari calon korban yang memang akan langsung menjadi sasarannya tersebut. Jika memang dirasa sudah tepat mengetahui ciri-ciri rincian dari si calon korban, maka Iwan langsung saja mengeksekusi calon korbannya tersebut sampai benar-benar menjadi korban dan tewas seketika. 

Pembunuh Bayaran bernama Mulawarman 

Selanjutnya adalah Mulawarman, yang kasusnya sempat menghebohkan negeri ini. Hakim Agung bernama MA, Syarifuddin ini dibunuh oleh Mulawarman yang merupakan seorang pembunuh bayaran. Kejadian sudah berlangsung sejak tahun 2001 silam. Pada kejadiannya, Syarifuddin Kartasasmita ini telah Meninggal Dunia setelah ditembak langsung oleh 4 orang saat sedang menuju ke kantornya. Hakim Agung tersebut ternyata di bunuh oleh Mulawarman bersama rekan-rekannya. 

Kasus pembunuhan ini terjadi lantaran adanya kasus tukar guling Goro Batara Sakti yang mana sudah masuk dalam yayasan Soeharto. Diketahui sudah, pembunuh Hakim Agung Syarifuddin Kartasasmita ini dilakukan oleh 2 orang yakni Mulawarman dan Bob Hasan. keduanya telah melakukan kerja sama atas perintah dari Anak Soeharto. Berangkat dari kasus ini, pengadilan secara resmi memvonis Tommy Soeharto bersalah dengan hukuman selama 15 Tahun masa penjara.

Pembunuh Bayaran bernama Gunawan Santoso 

Gunawan sendiri adalah sosok pembunuh dari Boedyharto Angsono. Dirinya membuat rencana terhadap pembunuhan dengan sangat amat mengerikan. Rancangan dari pembunuhan yang sudah Gunawan buat ini, memang untuk membunuh mantan dari mertuanya sendiri. Hal tersebut memang dirinya lakukan karena telah sakit hati dipenjarakan oleh Mertuanya dalam kasus penggelapan uang. Lalu setelah dipenjara, Gunawan sempat melakukan pelarian diri dan Face Off. 

Gunawan sendiri langsung bersembunyi dan berniat melancarkan aksi pembunuhannya tersebut terhadap mertuanya. Dari rencana yang sudah dibuat oleh dirinya secara matang-matang, lalu langsung saja mantan mertuanya dibunuh dengan cara yang mengerikan. Mertua dari Gunawan yakni Boedyharto Angsono dibunuh dengan cara ditembak dari jarak jauh. Eksekusi ini melibatkan secara langsung Marinir yang telah disewa oleh Gunawan Santoso. Kasus ini bergulir dan telah terjadi sejak 19 Juli pada tahun 2003 silam. Boedyharto Angsono sendiri menjabat sebagai direktur utama dari Pt. Aneka Sakti Bakti atau PT. Asaba. 

Sebelum benar-benar Boedyharto menjadi korban, ternyata Gunawan tega membunuh anak buahnya lebih dahulu yakni Paulus Tejakusuma seorang Direktur Keuangan di PT. Asaba. Paulus sendiri mendapatkan serangan dengan ditembak oleh 2 orang pengendara motor di Jalan Angkasa – Jakarta Pusat, yakni persis di depan hotel Golden 6 Juni pada tahun 2003 Silam. Disini Paulus ditembak oleh pembunuh bayaran yang menembakan peluru tepat di bagian leher dan dada dari Paulus. Namun, dalam hal ini Paulus telah selamat dari Maut. 

Tepat tanggal 19 Juli pada tahun 2003 atau 6 pekan setelah penembakan Paulus, kini giliran penembakan dari Boedyharto yang saat itu sedang bersama dengan pengawal peribadinya, Serda Edy Siyep – anggota Kopasus yang ditembak langsung oleh pembunuh bayaran tersebut. Keduanya benar-benar ditembak mati sekitar pukul 05:30 WIB di depan lapangan Basket Gelanggang Olahraga Sasana Krida di kawasan Pluit – daerah Jakarta Utara. 

Pembunuh Bayaran bernama John Kei  

6 Kasus yang Pernah Dikaitkan dengan John Kei, Sempat Lolos dari Jeratan Hukum pada Tahun 2004 - Tribunnewsmaker.com

Masih kenal dengan kasus pembunuhan dari Tan Harry Tantono yakni seorang pengusaha atau bos besar dari Pt. Sanex Steel. Pengusaha ini sering di panggil Akrab dengan nama Ayung dan menjadi korban pembunuhan yang sadis. Kasus ini sudah bergulir sejak tahun 2012 lalu. Tan Harry dinyatakan meninggal dunia dengan luka tusuk pada bagian sekujur tubuhnya di kamar 2701 Swiss Bel Hotel – daerah Jakarta Pusat. Kasus pembunuhan ini secara resmi telah terjadi hari kamis tanggal 26 Januari tahun 2012 silam. Dengan langsung melibatkan belasan orang kelompok Kei. 

Kelompok Kei terkenal sudah sebagai pentolan di dalam bisnis pengawalan , lalu dalam jasa Pengamanan dan terakhir dalam jasa Penagihan utang di Ibu Kota. disini Jhon Kei divonis  oleh Pengadilan Negeri, Jakarta Pusat dengan masa 12 tahun penjara dan 2 rekannya masing-masing divonis  1,5 tahun penjara. Akan tetapi, pada tahapan tingkat kasasi Mahkamah Agung menambah hukuman dari John Kei menjadi 16 tahun di dalam penjara.