Tag Archives: Pembunuh Kejam

Kasus Pembunuhan Paling Misterius di Jepang

Pembunuhan adalah salah satu tindakan yang menghilangkan nyawa seseorang dengan cara yang melanggar hukum, maupun tidak melawan hukum. Pembunuhan biasanya memiliki latar belakang semacam motif dendam atau masalah politik, kecemburuan bisa juga terjadi dan banyak hal semacamnya yang bisa memicu terjadinya pembunuhan.

Lalu, bagaimana kalau pembunuhan ini tidak memiliki latar belakang dengan motif yang jelas, seperti yang terjadi di Jepang berikut ini yang ada beberapa orang yang melakukan pembunuhan dengan tidak adanya motif yang jelas. Para pembunuh berantai yang sadis tersebut kebanyakan tak punya motif tertentu dalam membunuh korbannya. Mereka kebanyakan mengidap penyakit psikologis yang membuat bertindak diluar dari batas. Tak hanya sadis, pelaku ini juga seperti tak menyesal atas apa yang telah dilakukannya. Apakah kalian penasaran? Berikut diantaranya.

 

Mamoru Takuma

Mamoru Takuma adalah seorang psikopat yang lahir pada 23 november 1963, di Osaka, yang juga tersangka pembunuhan berantai paling terkenal di Jepang, Osaka School Massacre. Ia juga mengidap Macdonalds Triad yaitu sebuah indikator psikopatik yang dibuat oleh seorang psikolog terkenal dunia, JM MacDonald. Gejala Macdonalds Triad yaitu bertindak kejam terhadap hewan, menyukai membakar sesuatu, dan kebiasaan mengompol di usia atas 5 tahun. Tiga kebiasaan ini dipercaya akan muncul pada seseorang yang berpotensi menjadi pembunuh berantai sejak usianya masih kecil.

Mamoru takuma "psikopat yang membunuh anak sd di osaka jepang" - YouTube

Karena kelainan yang ia derita, ia pernah masuk ke Rumah Sakit Jiwa pada tahun 2001, namun melarikan diri sehari kemudian. Pada Juni 2001, ia lepas kendali dan mengamuk dengan bersenjatakan pisau menyerang Ikeda Elementary School serta berhasil menusuk 8 anak kelas 1 dan 2 SD hingga tewas dan melukai 13 anak dan dua guru. Namun ia berhasil ditangkap atas kasus pembunuhan tersebut dan hakim menjatuhkan dengan hukuman mati. Pada tahun 2004 akhirnya dia dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung.

 

Tomohiro Kato

Tomohiro Kato adalah seorang pembunuh yang menabrak lima pejalan kaki di pusat perbelajaan Akihabara, Tokyo dan menewaskan tiga orang di antaranya, dengan mobil sewaan. Tak hanya itu, Tomohiro lantas keluar dari mobil dan menusuk 12 pejalan kaki dengan pisau satu demi satu yang menewaskan empat di antaranya.

Tomohiro Kato is mentally stable

Diketahui Tomohiro mengalami depresi berat karena masa kecilnya yang tak bahagia dan hidup di bawah tekanan. Tiga hari sebelum tragedi terjadi, dia dan teman kerjanya terjadi perselisihan. Ia menuduh teman kerjanya tersebut telah menyembunyikan baju kerjanya.

 

Mutsuo Toi

Mutsuo Toi, pemuda yang tinggal di desa Kaio yang berada tidak jauh dari kota Tsuyama, Okayama, Jepang, menjadi pembunuh berantai yang tega membunuh hampir separuh warga desa tersebut pada 21 Mei 1938.

What You Don't Know About the Tsuyama Massacre and Tuberculosis Pushing a  Madman Over The Edge

Pada malam itu, Mutsuo Toi yang berusia 21 tahun memadamkan listrik di desanya tersebut. Dan saat di tengah kegelapan itulah, dia membantai 30 orang warga desa satu per satu. Dia menggunakan berbagai senjata dalam setiap aksinya, mulai dari senapan, kapak, sampai pedang samurai. Ironisnya, salah satu warga yang dibantainya adalah neneknya sendiri. Dia kemudian memutuskan bunuh diri dengan cara menembak dirinya sendiri saat menjelang fajar.

 

Tsutomu Miyazaki

Tsutomu Miyazaki lahir dengan cacat fisik akibat dari lahir secara prematur yaitu telapak tangan dan jari-jarinya menyatu. Karena cacat inilah menyebabkan dia tumbuh menjadi anak yang pendiam dan pemalu. Namun, siapa sangka kalau ia akan menjadi seorang pembunuh berantai yang sadis. Korban pertamanya Mari Konno yaitu seorang anak perempuan berumur 4 tahun yang diculik tepat sehari setelah ulang tahunnya yang ke 26. Dia membunuh anak perempuan tersebut dan membuang mayatnya. Namun ia kembali lagi setelah mayat anak perempuan tersebut sudah membusuk untuk mengambil kaki dan tangannya yang kemudian disimpan di dalam lemari.

Tsutomu Miyazaki, Pembunuh 'Otaku' yang Miliki Masa Lalu Kelam, Bunuh dan  Makan Korbannya Demi Kebaikan - Semua Halaman - Sosok

Korban keduanya yaitu Masami Yoshizawa (7 tahun) yang juga dia culik dan dibunuhnya di tempat yang sama dia membunuh Mari Konno. Aksi paling sadis yang pernah dilakukannya adalah pada korban terakhirnya yaitu Ayako Nomoto (5 tahun) yang dia bunuh sekaligus dia mutilasi. Sama dengan korban lainnya, dia juga menyimpan potongan tangannya, bahkan meminum darah anak perempuan tersebut dan memakan dagingnya. Aksi sadis yang dilakukan Tsutomu Miyazaki berakhir setelah polisi menangkapnya pada tahun 1989 atas tuduhan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Setelah polisi menyelidiki tempat tinggalnya, polisi menemukan bukti kejahatannya selama ini dan ribuan materi yang berhubungan dengan anime dan manga.

 

‘Boy A’

Seorang berinisial ‘Boy A’ tega memutilasi seorang murid di Tainohata Elementary School yang diketahui bernama Jun Hase, dengan ditemukannya potongan kepala sang murid, pada 27 Mei 1997. Kepalanya dimutilasi dengan cara yang sadis yaitu digergaji dan dalam mulutnya disumpal dengan sebuah pesan misterius.

7 Pembunuhan Berantai Paling Sadis di Jepang #Part 2 - Akiba Nation

Namun, polisi akhirnya berhasil menangkap seorang anak berumur 14 tahun yang diduga melakukan pembunuhan tersebut. Bocah itu tidak dipublikasikan identitasnya, dia hanya disebut sebagai ‘Boy A’. Boy A juga mengaku sudah membunuh seorang anak perempuan lainnya berumur 10 tahun bernama Ayaka Yamashita pada tanggal 16 Maret yang juga ditulisnya dalam buku hariannya.

 

Pembunuh Berantai Berjuluk Pembunuh Twitter

Pengadilan Jepang lalu memvonis seorang pria atas kejahatannya membunuh dan memutilasi 9 orang yang sebagian besar diantaranya sempat memposting niat bunuh diri di media sosial. Kasus pembunuhan ini sempat mengguncang Jepang. Associated Press melaporkan, Pengadilan Distrik Tokyo cabang Tachikawa memutuskan Takahiro Shiraishi (30), yang dijuluki ‘pembunuh Twitter’, bersalah karena membunuh, memutilasi dan menyimpan jasad para korbannya di apartemennya di Zama di dekat Tokyo. Shiraishi mengaku bersalah dan mengatakan tidak akan mengajukan banding atas vonis hukuman matinya.

Pembunuh Berantai Berjuluk 'Twitter Killer' Asal Jepang Divonis Mati -  TIKTAK.ID

Polisi menangkap Shiraishi pada 2017 setelah menemukan potongan-potongan tubuh dari 8 perempuan dan seorang lelaki dalam lemari pendingin di apartemennya. Para penyidik mengungkapkan, Shiraishi mendekati para korbannya melalui Twitter. Pada para korban yang sebagian besar sempat memposting niat ingin bunuh diri, Shiraishi menawarkan diri untuk membantu melaksanakan niat mereka. Shiraishi membunuh 8 perempuan, beberapa di antaranya masih remaja, setelah memperkosa mereka. Ia juga membunuh seorang lelaki yang merupakan kekasih salah seorang korbannya untuk membungkamnya. Dalam putusannya, Hakim Ketua Naokuni Yano menyatakan, tak ada satupun korban Shiraishi yang setuju untuk dibunuh, sehingga Shiraishi bertanggung jawab penuh atas kematian mereka. Lebih lanjut, Yano menyatakan bahwa kejahatan yang dilakukan Shiraishi sangat keji dan telah menyebabkan ketakutan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat yang menjadikan media sosial sebagai bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Angka bunuh diri di Jepang termasuk yang tertinggi di dunia. Kendati sempat menurun, angka kematian akibat bunuh diri ini kembali meningkat tahun ini lantaran banyak orang terkena dampak pandemi Covid-19.

Sementara itu, angka kriminalitas di Jepang terhitung relatif rendah. Namun baru-baru ini sempat terjadi kasus pembunuhan sangat keji. Pada Juli 2016, seorang mantan pegawai panti penyandang cacat diduga telah membunuh 19 penghuni dan melukai lebih dari 20 orang lainnya.