Tag Archives: Kasus Pembunuhan Berantai

Pembunuhan Berantai Paling Kejam di Korea Selatan

Terkenal akan KPOP dan K-Dramanya, Korea Selatan rupanya memiliki sisi kejam atas pembunuhan Berantai yang dilakukan di negara tersebut. Bahkan ada yang dijadikan sebagai film dengan beberapa versi juga. Hal ini memang dibuktikan atas media Internasional yang terus menerus membahas akan kasus pembunuhan berantai Hwaseong yang telah terjadi di Provinsi Gyeonggi, negara Korea Selatan pada tahun 1986 sampai dengan 1991 silam. Selepas 3 dekade berlalu, polisi baru saja menemukan adnaya fakta bahwa salah satu tahanan seumur hidup yang bernama Lee Chun-jae ini memiliki kaitan erat dengan kasus Hwaseong. Pencocokan dari hasil tes DNA beberapa korban pembunuhan Hwaseong, maka Lee sudah diduga kuat sebagai dalang utama atas kasus pembunuhan dan pemerkosaan 10 wanita yang tinggal di pedesaan sekitar kota Hwaseong. Sebab inilah dijadikan beberapa versi film yang diambil langsung dari tragedi tersebut. 

Nah dari sini makin banyak sudah catatan-catatan kelam terkait atas kasus pembunuhan berantai. Dilansir dari berbagai sumber yang ada, Akurat.co salah satu yang menjadi referensi kali ini. Dan disini kami akan berikan sedikit ringkasan atas kasus pembunuhan berantai paling sadis yang sudah pernah terjadi di Korea Selatan. 

Pembunuhan Berantai atas Kasus Kim Dae-du 

Nama dari Kim Dae-du ini masuk ke dalam salah satu daftar nama sebagai pembunuhan berantai yang paling tersohor dan pembunuhan berantai pertama yang sudah dikenal luas di negara korea Selatan. Pasalnya dalam hal ini Kim yang terlahir pada tahun 1950, sudah dianggap bisa bertanggung jawab atas tewasnya 17 orang warga Korea. Termasuk para Lansia dan juga Anak-Anak di dalamnya. 

Sudah ada belasan korban yang dihabisi nyawanya oleh Kim dalam jangka waktu 55 hari dari Bulan Agustus sampai dengan Oktober pada tahun 1975. Aats kejahatannya ini, Kim akhirnya dihukum mati pada bulan Desember pada tahun 1976. Sebelum benar-benar dieksekusi, Kim De-du mengaku bertobat dan sudah menjadi seorang penganut Kristen. 

Dan dalam laporan, Kim juga melakukan sebuah aksi dari perampokan, akan tetapi anehnya Jumlah uang yang telah dicurinya hanya kurang dari USD 50 atau saat ini nilainya sendiri Rp. 705.000. Dan menurut dari pengakuan Kim, dirinya ini benar-benar tega membunuh orang tua karena mereka ini akan mengingat wajahnya, sedangkan dirinya juga merasa tidak akan tahan dengan tangisan dari anak-anak. 

Pembunuhan Berantai atas Kasus Woo Bum-kon

Selanjutnya ada salah satu kasus pembunuhan paling mengejutkan yang terjadi di Korea Selatan dalam kurun waktu 26 malam sampai dengan 27 April pada waktu dini hari di tahun 1982 silam. Tanggal ini sudah menjadi hari dimana seorang polisi Korea Selatan yang mabuk bernama Woo Bum-kon sedang berpetualangan mengelilingi sambil menghabisi orang-orang di beberapa desa pada wilayah Uiryeong di provinsi Gyeongsang Selatan. 

Disini Woo Bum-kon telah membantai penduduk desa dengan berondongan ratusan amunisi peluru serta 7 granat. Alhasil dalam waktu 8 jam saja, aksi dari Woo ini mampu menyebabkan 56 orang tewas termasuk dirinya dan setidaknya ada 35 warga menjadi korban luka-luka. Ternyata dalam hal ini aksi Woo sendiri telah dilatarbelakangi atas kejadian sebelumnya. Diri terlibat cekcok dengan kekasihnya tersebut yang bernama Chun Mal-soon. Dan setelah beraksi, Woo sendiri tidak sempat diadili karena memang tewas bersama keluarga dari korban terakhirnya yakni Seo dan keluarganya dengan menggunakan sebuah granat. 

Pembunuhan Berantai atas Kasus Jeong Nam-gyu 

Selanjutnya adalah kasus yang dilakukan oleh Jeong Nam-gyu yang disertai oleh adegan pemerkosaan. Sepanjang tahun 2004 sampai dengan April pada tahun 2006, Jeong yang diketahui telah melenyapkan langsung setidaknya 15 orang termasuk diantaranya adalah anak-anak sekolah dasar dan melukai langsung 19 warga. Aksi ini dipicu atas keinginan balas dendam Jeong akibat trauma masa kecilnya. Pasalnya di saat berumur 10 tahun, Jeong sudah mengaku pernah menerima adanya pelecehan seksual dari seorang lelaki. Dan pada akhirnya pembunuhan berantai ini divonis hukuman mati pada tahun 2007, tetapi dirinya tewas gantung diri di selnya selang 2 tahun kemudian. 

Pembunuhan Berantai atas Kasus Yoo Young-chul 

Dimana dalam kasus ini sendiri dirinya telah dinobatkan menjadi salah satu pembunuhan berantai paling sadis yang pernah ada di Korea Selatan. Pasalnya untuk bisa melancarkan aksi kriminalnya, Yoo pernah membakar – lalu memutilasi dan melahap beberapa bagian anggota tubuh dari korbannya tersebut. 

Dan sepanjang bulan September di tahun 2003 sampai dengan bulan Juli pada tahun 2004, Yoo sudah mengaku telah membunuh sekitar 21 orang dan sebagian besar dari korbannya ini diketahui adalah seorang pekerja seks Komersial serta adanya lelaki tua yang kaya raya. Yoo sendiri telah mengklaim langsung bahwa dirinya ini sudah membakar sebanyak 3 korban dan telah memutilasi orang sebanyak 11 orang. Jadi total  yang terdeteksi benar adalah 14 orang. 

Setelah mengiris-ngiris korbannya, disini Yoo juga mengaku bahwa dirinya melakukan hal sadis lainnya dengan memakan bagian daging para korbannya tersebut. Dan di saat ditanya tentang motif pembunuhannya, Yoo juga berkata bahwa wanita memang seharusnya tidaklah bekerja menjadi seorang pelacur dan orang kaya juga seharusnya tahu apa yang harus mereka lakukan. Dan dalam pengadilan, Yoo juga sempat mengatakan bahwa dirinya akan membunuh lagi jika memang dirinya ini bebas dari penjara. Pada akhirnya pembunuh dan si Kanibal ini divonis mendapatkan Hukuman Mati. 

Pembunuhan Berantai atas Kasus Chijon Family 

Selanjutnya  yang menjadi penutup kami adalah kasus atas pembunuhan dari Chijon Family. Dalam hal ini dikenalnya sebagai Jijon Clique yang tak hanya dikenal sebagai salah satu geng tersadis di Korea Selatan, namun juga di dunia. Geng ini sendiri telah didirikan oleh Kim Ki-hwan yakni seorang mantan narapidana pada tahun 1993 silam. Dengan semangat penuh balas dendam serta adanya kebencian terhadap orang kaya, Kim pada akhirnya mengajak ke-6 anggota lainnya yang mana menjadi mantan atas Narapidana – Pengangguran dan juga Seorang Wanita. 

Dalam aksinya tersebut, sudah ada 8 anggota Chijon Family yang kerap kali menyiksa para korbannya dengan sangat amat brutal. Tak hanya itu saja, Geng ini juga sudah diketahui sempat memerkosa dan membunuh target pertama mereka yang merupakan seorang pekerja pabrik dengan usia 23 tahun sejak tahun 1994. 

Geng ini sendiri kemudian dilaporkan dengan menghabisi salah satu anggotanya sendiri yakni Song Bong-eun yang mana saat itu diketahui sudah ingin berusaha lepas dari Chijon Family. Dan pada bulan September pada tahun 1994, Geng pembenci orang-orang kaya ini lantas saja menculik 4 orang kaya dan memeras uang dari keluarga sang korbannya. Salah satu korban penculikannya bahkan sampai melakukan pemerkosaan secara beramai-ramai oleh para anggota dari Chijon Family. Namun pada akhirnya, wanita ini berhasil kabur dan melaporkan ke pihak yang berwenang. Tetapi sisa atas korban penculikan sudah terlanjur disiksa dan juga dihabisi. 

Sementara itu, salah satu dari anggotanya juga mengungkapkan bahwa dirinya ini telah memutilasi langsung para korbannya dengan cara menggunakan alat tajam yakni Kapak dan memakan daging mereka. Sehingga dari kejahatan kejam ini, geng tersebut menerima hukuman vonis Mati ! dan dari kasus inilah, pembunuhan berantai paling kejam di Korea Selatan terungkap dan diadili dengan seadil-adilnya. Sehingga Korban menjadi tenang di alam sana dan keluarga dari para Korban juga bisa sama-sama tenang atas pengadilan kasus yang menimpa keluarganya tersebut.