Tag Archives: Kasus Pembunuhan Berantai

Pembunuhan Berantai Paling Mengerikan di Jepang

Kabar yang sangat mengejutkan beberapa waktu lalu datang langsung dari negeri sakura, Jepang, ditangkapnya pelaku pembunuhan berantai yang menggunakan twitter sebagai media utama untuk melakukan pembunuhan. Ternyata negara Jepang yang sangat dikenal dengan tingkat kriminal yang sangat rendah pun ternyata bisa mengalami kejadian pembunuhan sangat sadis seperti beberapa orang ini yang melakukan pembunuhan sangat kejam. Berikut ini beberapa pembunuhan berantai yang sangat kejam yang ada di Jepang. Berikut diantaranya :

Fukiage Satorou

Fukiage merupakan tersangka pembunuhan  berantai di Jepang pada tahun  1923 hingga 1924. Dia terkenal sebagai seorang pembunuh sekaligus pemerkosa. Ia tercatat agen bola tangkas telah berhasil membunuh 7 korban yang semuanya seorang gadis.

Sataro Fukiage "The Erotomania", Pembunuh Dan Pemerkosa Wanita Muda Dari Jepang - kumparan.com

Ia tercatat mulai melakukan pembunuhan pertamanya pada tahun 1906, dan membunuh keenam korban lainnya antara tahun 1923 hingga 1924.  Rata-rata korbanya berusia masih sangat muda sekitar 11 hingga 16 tahun. Sesungguhnya keenam korban hanyalah korban yang berhasil terungkap kasus pembunuhannya, dan diduga masih banyak lagi korban yang belum terungkap. Satorou Fukiage juga tercatat sebagai pemerkosa ulung. Tercatat 93 wanita pernah menjadi korbannya, bahkan ada yang mengatakan jika korban pemerkosaan oleh Fukiage mencapai 100 orang.

 

Toi Mutsuo

Toi Mutsuo merupakan seorang tersangka pembunuhan berantai yang cukup terkenal di Jepang. ia sangat terkenal akan serial pemenuhannya yang diberi nama Tsuyama massacre atau Tsuyama jiken yang merupakan aksi pembunuhan balas dendam yang terjadi pada  21 Mei 1938 di sebuah desa bernama Kamo. Desa ini dekat dengan Tsuyama di Okayama, Japan. Toi Mutsuo memotong aliran listrik di desa Kamo pada sore hari tanggal 20 Mei, yang berakibat seluruh desa menjadi gelap gulita. Sekitar pukul 01:30 pagi  waktu Jepang pada tanggal 21 Mei, ia membunuh neneknya yang berusia 76 tahun dengan cara memenggal kepalanya menggunakan kapak.

Uất hận vì bị kỳ thị, người đàn ông bệnh tật trở thành hình tượng sát nhân gây ám ảnh nhất nước Nhật

Ia kemudian mengikat 2 senter di kepalanya dan berkeliaran memasuki desa seperti seorang pemuda yang sedang  “yobai” atau night-crawling yaitu pemuda yang pada malam hari diam-diam masuk ke kamar perempuan untuk mencari kepuasan. Ia kemudian memasuki rumah tetangganya dan mulai membunuhnya. Ia membunuh 29 tetangganya  (27 meninggal di tempat dan 7 orang lainnya meninggal setelah terluka parah) setelah melukai 3 orang lainnya ia kemudian bunuh diri dengan menembak dirinya di dada. Dari surat terakhirnya, diketahui ia melakukan hal tersebut atas dasar balas dendam akibat seorang wanita menolak Mutsuo untuk melakukan aktivitas seksualnya. Perempuan tersebut menolak Mutsuo setelah ia tahu Mutsuo terkena penyakit TBC.

 

Nakamura Seisaku

Nakamura Seisaku merupakan seorang lelaki yang menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan berantai dalam usianya yang masih remaja. Dia terbukti telah telah membunuh 9 orang dengan cara menusuknya sampai mati. Korbannya termasuk beberapa remaja di prefektur Shizuoka.

Berdasarkan testimoni nya, pada 22 Agustus 1928 . Ia berusaha untuk berkencan 2 orang wanita, karena mereka menolak ia lalu membunuh mereka. Ketika itu Nakamura berusia 14 tahun, meskipun begitu dua pembunuhan tersebut tidak termasuk dari pembunuhan berantai yang ia lakukan. Pada 18 Agustus 1941, pada usia 17 tahun. Nakamura Seisaku kembali membunuh wanita ketiga dan melukai korban wanita keempatnya. Lalu pada 20 Agustus 1941, tiga orang ditemukan meninggal, dibunuh oleh Nakamura. Pada 27 September 1941, ia kemudian membunuh kakak laki-lakinya, dan melukai ayah, adik perempuan, istri kakak laki-lakinya dan juga anak dari kakaknya tersebut. Tak berhenti sampai disitu pada tanggal 30 Agustus 1942, ia membunuh sepasang kekasih, 2 anak mereka (laki-laki dan perempuan) dan juga mencoba untuk memperkosa anak perempuan lainnya. Selain masih sangat muda Nakamura Seisaku terlahir dengan keadaan tuli. Dia sangat pandai, ini terbukti dengan dicapainya nilai tinggi di sekolah, tapi dia diperlakukan dengan semena mena oleh keluarganya dan juga diasingkan oleh lingkungannya. Dia sangat menyukai film dengan seorang lelaki Jepang yang menggunakan katana nya untuk membunuh orang.

 

Miyazaki Tsutomu

Miyazaki Tsutomu merupakan salah satu tersangka pembunuhan berantai di Jepang yang paling fenomenal. Miyazaki bahkan dikenal dengan nama “The Otaku Murderer” atau “The Little Girl Murderer”. Tak hanya sebagai tersangka pembunuhan Miyazaki juga dikenal sebagai seorang kanibal dan nekrofilia yaitu sebuah kelainan seksual yang suka menyetubuhi mayat. Korban yang berhasil dibunuh oleh Miyazaki Tsutomu sebanyak 4 orang korban dan semuanya berusia di antara 4 dan 7 tahun. Miyazaki memang sangat sadis dalam membunuh korbannya. Tak hanya membunuh, ia juga memperkosa mayat korbannya lalu memutilasi korban. Tak hanya itu Miyazaki juga meminum darah korban dan memakan bagian dari tangannya. Miyazaki melakukan aksinya antara bulan Agustus 1988 hingga Juni 1989. Tidak ada yang mengira jika sosok dengan perilaku yang sangat baik dan sopan tersebut tega membunuh anak kecil di malam hari.

Tsutomu Miyazaki, Pembunuh 'Otaku' yang Miliki Masa Lalu Kelam, Bunuh dan Makan Korbannya Demi Kebaikan - Semua Halaman - Sosok

Yang unik dari pembunuhan yang dilakukan oleh Miyazaki adalah ia menulis surat untuk keluarga korbannya tentang kematian korban. Selain itu polisi setempat juga menemukan suatu kesamaan yang terjadi di semua korban Miyazaki, yaitu mereka semua (keluarga korban) menerima gangguan panggilan telepon. Jika mereka tidak mengangkatnya, telepon mereka biasanya akan berdering hingga 20 menit. selain itu banyak fakta unik yang ada pada diri Miyazaki. ya..walaupun faktanya lebih mengarah ke fakta yang menyeramkan. fakta ini diantaranya adalah Miyazaki merupakan anak dari hubungan incest. ada yang mengatakan jika ayah Miyazaki ini menyukai adik perempuannya hingga adiknya tersebut hamil dari hubungannya. dan dari kehamilan tersebut lahirlah miyazaki yang dengan keadaan yang tidak sepenuhnya sempurna karena ia memiliki kecacatan pada tangan kirinya.

 

Mamoru Takuma

Mamoru Takuma merupakan seorang petugas kebersihan yang telah melakukan pembunuhan berantai pada tahun 2001  dengan jumlah korban sebanyak 8 orang meninggal dan 15 lainnya mengalami luka-luka. Ia melakukan pembunuhan berantai di sebuah sekolah dasar Ikeda, Osaka. Mamoru Takuma juga sempat keluar masuk penjara sebanyak 11 kali atas tindakan sekuhara, hingga mengendarai mobil dengan sembarangan.  Sebelum melakukan pembunuhan berantai di sekolah dasar Ikeda ini, ia tercatat pernah menikah sebanyak 4 kali. 

Mamoru Takuma (R), who allegedly stabbed eight chi - Akiba Nation

Pada 8 Juni 2001, di hari sidang pengadilan untuk kasus nya yang menyerang seorang petugas pelabuhan. Ia mengamuk dan melakukan pembunuhannya di sekolah dasar Ikeda. Ia beberapa kali di lumpuhkan oleh beberapa staf sekolah dan terlihat dalam keadaan linglung ketika ditangkap. Awalnya ia terus mengulang perkataan “aku pergi ke sekolah dasar” lalu kemudian ia mengatakan jika “aku pergi ke stasiun dan menusuk 100 orang dengan pisau, aku tidak pergi ke sekolah dasar”. Takuma juga mengatakan jika ia menjadi sangat jijik dengan semuanya. Ia juga menceritakan bahwa ia juga pernah berusaha untuk membunuh dirinya sendiri beberapa kali tetapi kematian tidak kunjung datang padanya. Sehingga ia ingin segera ditangkap dan dijatuhi hukuman mati. Takuma juga menjelaskan bahwa dirinya sangat membenci anak-anak “Elite” yang belajar di sekolah yang ia serang.

Pembunuhan Berantai Paling Kejam di Korea Selatan

Terkenal akan KPOP dan K-Dramanya, Korea Selatan rupanya memiliki sisi kejam atas pembunuhan Berantai yang dilakukan di negara tersebut. Bahkan ada yang dijadikan sebagai film dengan beberapa versi juga. Hal ini memang dibuktikan atas media Internasional yang terus menerus membahas akan kasus pembunuhan berantai Hwaseong yang telah terjadi di Provinsi Gyeonggi, negara Korea Selatan pada tahun 1986 sampai dengan 1991 silam. Selepas 3 dekade berlalu, polisi baru saja menemukan adnaya fakta bahwa salah satu tahanan seumur hidup yang bernama Lee Chun-jae ini memiliki kaitan erat dengan kasus Hwaseong. Pencocokan dari hasil tes DNA beberapa korban pembunuhan Hwaseong, maka Lee sudah diduga kuat sebagai dalang utama atas kasus pembunuhan dan pemerkosaan 10 wanita yang tinggal di pedesaan sekitar kota Hwaseong. Sebab inilah dijadikan beberapa versi film yang diambil langsung dari tragedi tersebut. 

Nah dari sini makin banyak sudah catatan-catatan kelam terkait atas kasus pembunuhan berantai. Dilansir dari berbagai sumber yang ada, Akurat.co salah satu yang menjadi referensi kali ini. Dan disini kami akan berikan sedikit ringkasan atas kasus pembunuhan berantai paling sadis yang sudah pernah terjadi di Korea Selatan. 

Pembunuhan Berantai atas Kasus Kim Dae-du 

Nama dari Kim Dae-du ini masuk ke dalam salah satu daftar nama sebagai pembunuhan berantai yang paling tersohor dan pembunuhan berantai pertama yang sudah dikenal luas di negara korea Selatan. Pasalnya dalam hal ini Kim yang terlahir pada tahun 1950, sudah dianggap bisa bertanggung jawab atas tewasnya 17 orang warga Korea. Termasuk para Lansia dan juga Anak-Anak di dalamnya. 

Sudah ada belasan korban yang dihabisi nyawanya oleh Kim dalam jangka waktu 55 hari dari Bulan Agustus sampai dengan Oktober pada tahun 1975. Aats kejahatannya ini, Kim akhirnya dihukum mati pada bulan Desember pada tahun 1976. Sebelum benar-benar dieksekusi, Kim De-du mengaku bertobat dan sudah menjadi seorang penganut Kristen. 

Dan dalam laporan, Kim juga melakukan sebuah aksi dari perampokan, akan tetapi anehnya Jumlah uang yang telah dicurinya hanya kurang dari USD 50 atau saat ini nilainya sendiri Rp. 705.000. Dan menurut dari pengakuan Kim, dirinya ini benar-benar tega membunuh orang tua karena mereka ini akan mengingat wajahnya, sedangkan dirinya juga merasa tidak akan tahan dengan tangisan dari anak-anak. 

Pembunuhan Berantai atas Kasus Woo Bum-kon

Selanjutnya ada salah satu kasus pembunuhan paling mengejutkan yang terjadi di Korea Selatan dalam kurun waktu 26 malam sampai dengan 27 April pada waktu dini hari di tahun 1982 silam. Tanggal ini sudah menjadi hari dimana seorang polisi Korea Selatan yang mabuk bernama Woo Bum-kon sedang berpetualangan mengelilingi sambil menghabisi orang-orang di beberapa desa pada wilayah Uiryeong di provinsi Gyeongsang Selatan. 

Disini Woo Bum-kon telah membantai penduduk desa dengan berondongan ratusan amunisi peluru serta 7 granat. Alhasil dalam waktu 8 jam saja, aksi dari Woo ini mampu menyebabkan 56 orang tewas termasuk dirinya dan setidaknya ada 35 warga menjadi korban luka-luka. Ternyata dalam hal ini aksi Woo sendiri telah dilatarbelakangi atas kejadian sebelumnya. Diri terlibat cekcok dengan kekasihnya tersebut yang bernama Chun Mal-soon. Dan setelah beraksi, Woo sendiri tidak sempat diadili karena memang tewas bersama keluarga dari korban terakhirnya yakni Seo dan keluarganya dengan menggunakan sebuah granat. 

Pembunuhan Berantai atas Kasus Jeong Nam-gyu 

Selanjutnya adalah kasus yang dilakukan oleh Jeong Nam-gyu yang disertai oleh adegan pemerkosaan. Sepanjang tahun 2004 sampai dengan April pada tahun 2006, Jeong yang diketahui telah melenyapkan langsung setidaknya 15 orang termasuk diantaranya adalah anak-anak sekolah dasar dan melukai langsung 19 warga. Aksi ini dipicu atas keinginan balas dendam Jeong akibat trauma masa kecilnya. Pasalnya di saat berumur 10 tahun, Jeong sudah mengaku pernah menerima adanya pelecehan seksual dari seorang lelaki. Dan pada akhirnya pembunuhan berantai ini divonis hukuman mati pada tahun 2007, tetapi dirinya tewas gantung diri di selnya selang 2 tahun kemudian. 

Pembunuhan Berantai atas Kasus Yoo Young-chul 

Dimana dalam kasus ini sendiri dirinya telah dinobatkan menjadi salah satu pembunuhan berantai paling sadis yang pernah ada di Korea Selatan. Pasalnya untuk bisa melancarkan aksi kriminalnya, Yoo pernah membakar – lalu memutilasi dan melahap beberapa bagian anggota tubuh dari korbannya tersebut. 

Dan sepanjang bulan September di tahun 2003 sampai dengan bulan Juli pada tahun 2004, Yoo sudah mengaku telah membunuh sekitar 21 orang dan sebagian besar dari korbannya ini diketahui adalah seorang pekerja seks Komersial serta adanya lelaki tua yang kaya raya. Yoo sendiri telah mengklaim langsung bahwa dirinya ini sudah membakar sebanyak 3 korban dan telah memutilasi orang sebanyak 11 orang. Jadi total  yang terdeteksi benar adalah 14 orang. 

Setelah mengiris-ngiris korbannya, disini Yoo juga mengaku bahwa dirinya melakukan hal sadis lainnya dengan memakan bagian daging para korbannya tersebut. Dan di saat ditanya tentang motif pembunuhannya, Yoo juga berkata bahwa wanita memang seharusnya tidaklah bekerja menjadi seorang pelacur dan orang kaya juga seharusnya tahu apa yang harus mereka lakukan. Dan dalam pengadilan, Yoo juga sempat mengatakan bahwa dirinya akan membunuh lagi jika memang dirinya ini bebas dari penjara. Pada akhirnya pembunuh dan si Kanibal ini divonis mendapatkan Hukuman Mati. 

Pembunuhan Berantai atas Kasus Chijon Family 

Selanjutnya  yang menjadi penutup kami adalah kasus atas pembunuhan dari Chijon Family. Dalam hal ini dikenalnya sebagai Jijon Clique yang tak hanya dikenal sebagai salah satu geng tersadis di Korea Selatan, namun juga di dunia. Geng ini sendiri telah didirikan oleh Kim Ki-hwan yakni seorang mantan narapidana pada tahun 1993 silam. Dengan semangat penuh balas dendam serta adanya kebencian terhadap orang kaya, Kim pada akhirnya mengajak ke-6 anggota lainnya yang mana menjadi mantan atas Narapidana – Pengangguran dan juga Seorang Wanita. 

Dalam aksinya tersebut, sudah ada 8 anggota Chijon Family yang kerap kali menyiksa para korbannya dengan sangat amat brutal. Tak hanya itu saja, Geng ini juga sudah diketahui sempat memerkosa dan membunuh target pertama mereka yang merupakan seorang pekerja pabrik dengan usia 23 tahun sejak tahun 1994. 

Geng ini sendiri kemudian dilaporkan dengan menghabisi salah satu anggotanya sendiri yakni Song Bong-eun yang mana saat itu diketahui sudah ingin berusaha lepas dari Chijon Family. Dan pada bulan September pada tahun 1994, Geng pembenci orang-orang kaya ini lantas saja menculik 4 orang kaya dan memeras uang dari keluarga sang korbannya. Salah satu korban penculikannya bahkan sampai melakukan pemerkosaan secara beramai-ramai oleh para anggota dari Chijon Family. Namun pada akhirnya, wanita ini berhasil kabur dan melaporkan ke pihak yang berwenang. Tetapi sisa atas korban penculikan sudah terlanjur disiksa dan juga dihabisi. 

Sementara itu, salah satu dari anggotanya juga mengungkapkan bahwa dirinya ini telah memutilasi langsung para korbannya dengan cara menggunakan alat tajam yakni Kapak dan memakan daging mereka. Sehingga dari kejahatan kejam ini, geng tersebut menerima hukuman vonis Mati ! dan dari kasus inilah, pembunuhan berantai paling kejam di Korea Selatan terungkap dan diadili dengan seadil-adilnya. Sehingga Korban menjadi tenang di alam sana dan keluarga dari para Korban juga bisa sama-sama tenang atas pengadilan kasus yang menimpa keluarganya tersebut.