Tag Archives: Babe Pembunuh Anak Jalanan

Kasus – Kasus Mutilasi Paling Heboh di Indonesia

Kasus Mutilasi – menjadi kasus pembunuhan paling keji yang pernah ada di muka bumi ini. Dimana, para korban setelah dibunuh akan mengalami pemotongan anggota tubuh secara tidak merata dan akan dibuang di beberapa lokasi sesuai dari keinginan si pembunuh tersebut. Seakan-akan para pembunuh ini sedang mengajari polisi maupun anggota detektif dan Forensik lainnya untuk bermain susunan Puzzle menggunakan anggota tubuh para korbannya, dan mengetes siapa pencipta dari Puzzle tubuh manusia yang telah dimutilasi tersebut ! 

Kasus mutilasi ini sudah banyak dilakukan di berbagai negara, bahkan di setiap negara kemungkinan kecilnya akan selalu ada persentase kasus pembunuhan yang disertai Mutilasi oleh pelaku. Seperti yang terjadi di Indonesia, tepat pada tanggal 10 Mei di tahun 2019. Ada sesosok mayat perempuan yang telah diidentifikasikan bernama Vera Oktaria yang telah ditemukan di sebuah penginapan di Musi Banyuasin – Provinsi Sumatera Selatan. Dirinya diduga kuat telah dibunuh oleh kekasihnya sendiri. 

Belum usai dari kasus Vera, rupanya masyarakat kembali dihebohkan dengan adanya penemuan mayat perempuan lagi yang telah dimutilasi pada lantai 2 di pasar Besar Kota Malang. Kejahatan sadis yang dilakukan para pelaku dengan memotong sebagian hingga seluruh badan korban yang ternyata sudah seringkali terjadi di Indonesia. Berbagai macam latar belakang mpo slot, telah diakui oleh para pelaku pembunuhan tersebut dengan alasan-alasan di laur nalar manusia Normal ! selain adanya 2 kasus yang kami sebutkan tadi, ada beberapa diantaranya kasus mutilasi yang diketahui publik dan sudah membuat heboh di seluruh wilayah Indonesia. Kasus-kasus mutilasi apa saja yang terungkap ke publik ? inilah kasusnya ! 

 

Mutilasi Setiabudi dengan Potongan Tubuh Korban menjadi 180 Potongan 

Kasus yang pertama ini dideteksi sudah terjadi pada tahun 1981, dan ini menjadi pionir atas kasus mutilasi di Indonesia. Telah dilansir dari berbagai sumber yang ada dan salah satunya yang kami kutip dari situs jogja.idntimes.com. Kasus ini sendiri dimulai saat adanya seorang pemulung yang menemukan 2 buah kardus di trotoar jalan persimpangan Setiabudi – Kota Jakarta Selatan. 

Ahli Forensik RSCM Dr. Mun’im idries

Pemulung ini Syok dikarenakan kardus tersebut berisikan potongan jasad manusia. Untuk kardus yang pertama sudah diisi dengan 13 potongan tulang manusia dan juga 1 buah kepala. Sementara kardus kedua diisi dengan 180 potongan-potongan kecil dari tubuh di korban yang di sayat tepat pada bagian Daging dan Isi perutnya. 

Setelah dilakukannya pemeriksaan oleh Ahli Forensik RSCM Dr. Mun’im idries, ternyata memang terdapat beberapa bagian tubuh yang hilang layaknya : Anus – Kantung Kencing serta Pankreas. Selain pembunuh memotong-motong tubuh korbannya, rupanya pembunuh juga sudah menyayat dan mengupas seluruh daging dari tulang korbannya. Polisi pun sudah melakukan penyebaran dari foto wajah korban beserta dengan sidik jarinya. Namun sampai dengan detik ini, Misteri atas Mutilasi tubuh menjadi 180 potongan belum benar-benar terpecahkan. Bisa dikatakan, kasus ini sudah kadaluarsa oleh pihak kepolisian Indonesia ! 

Akibat Cemburu, Suami Dimutilasi Istri menjadi 13 Potongan 

Rupanya kasus rumah tangga juga bisa berujung pada pembunuhan yang disertai oleh mutilasi dari bagian tubuh si korbannya, entah yang menjadi korban si Istri maupun Suami dirasa sama saja ! kasus ini terjadi pada akhir tahun 2008, yang mana publik telah dihebohkan atas penemuan dari 8 kantong plastik hitam di dalam bus yang rupanya sudah berisi potongan tubuh manusia. 

Korban diketahui bernama Hendra yang ternyata telah dibunuh oleh sang Istri yang bernama Rumiyati atas dasar “ Motif Kecemburuan “. Adegan pembunuhan ini berasal dari pemukulan kepala Hendra sampai dengan tewas oleh Rumiyati ( Istri Korban ), setelah melakukan pemukulan kepala hingga tewas, sang Istri melancarkan aksinya dengan mencincang tubuh sang suami ( Hendra ) menjadi 13 bagian. 

Agar dapat menghilangkan jejak, rupanya sang Istri ( Rumiyati ) menaruh potongan tubuh suaminya ini ke dalam 8 kantong plastik yang sesegera mungkin ditaruhnya secara terpisah pada Bus Primajasa – lalu Bus Prima Asli dan Bus Patas Mayasari. Satu kantong yang diisi dengan kepala ditaruhnya di belakang kursi sang pengemudi taksi berwarna putih. Ini pasti yang menemukan Syok berat si, Asli ! 

 

Masih Ingat dengan Ryan Jombang ? Mutilasi 11 Korban atau Lebih ? 

Masih ditahun yang sama, yakni 2008 silam sudah hampir setiap hari di TV kalian melihat pemberitaan tentang Verry Idham Henryansah atau disebut dengan Ryan yang selalu mendapatkan sorotan publik hingga berminggu-minggu lamanya. Ryan merupakan seorang laki-laki dengan usia 34 tahun ( kala itu ) yang menjadi sorotan atas pembunuhan 11 orang yang dilakukannya di Jombang – Jawa Timur. 

Awal mula terungkap dari kasus mutilasi Heri Santoso di Jakarta, lalu polisi dengan cerdik meneruskan kasus ini hingga menemukan kurang lebihnya 10 korban lainnya dengan tersangka yang sama di daerah Jombang. Motif pembunuhan ini didasari kurang lebihnya oleh Kecemburuan dan Materi atau Ekonomi menjadi latar belakang kuat Ryan Jombang melakukan aksi keji ke teman dekatnya itu. Korban yang sebagian besarnya ini pria telah dibunuh di rumah orang tuanya dan telah dikubur tepat di belakang rumahnya. Pembunuhan kejam ini telah dilakukan oleh Ryan dalam kurun waktu 12 bulan atau 1 Tahun. 

Dilansir dari situs jogja.idntimes.com, ada kutipan kata dari Direskrim Polda Jatim Kombes Pol Rusli N. pada tanggal 31 Juli 2008 dimana mendalami kasus ini dengan adanya motif Ryan ingin menguasai barang-barang milik korbannya tersebut, namun Ryan Jombang ini tidak pernah lancar dalam mewujudkan keinginannya seketika itu ! dan tepat pada tanggal 6 April tahun 2009, Ryan berhasil dipisahkan dari masyarakat untuk selamanya dengan tuntutan hukuman mati akibat terbukti bersalah dalam melakukan pembunuhan disertai mutilasi oleh 11 korbannya ! 

8 Anak Jalanan Disodomi dan Di Mutilasi oleh Babe 

Selanjutnya ada kasus Mutilasi yang telah dilakukan oleh Baekuni yang berusia 48 tahun ( kala itu ). Dirinya sering mendapatkan panggilan nama “ BABE “. Rupanya pelaku ini ditetapkan sebagai tersangka atas pembunuhan berantai yang disertai mutilasi dan pelecehan seksual terhadap anak laki-lakinya. Dirinya membunuh dan memutilasi jasad ke-8 anak jalanan yang berusia 6 hingga 12 tahun. Peristiwa keji ini telah dilakukan dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2008. 

Sebagai Koordinator asongan dan anak jalanan, Babe mudah sekali mendapatkan korban untuk melayani hawa nafsunya. Namun korban disini menolak hingga akhirnya Babe membunuh dan memotong tubuh korbannya yang sudah benar-benar tidak bernyawa. Bentuk dari kelainan jiwa ini telah terungkap saat dirinya mengaku menikmati dan merasa puas melihat penderitaan korbannya yang mengalami sekarat saat itu juga ! 

Mutilasi Jasad Tanpa Kepala di Koper 

Kasus penemuan jasad tanpa kepala di dalam koper ini pernah terjadi, dimana kejadiannya dengan tergeletak langsung di antara semak-semak dekat Sungai. Koper dengan warna hitam telah ditemukan pada pencari rumput. Betapa kagetnya setelah dibuka Kopernya ternyata ditemukan jasad tanpa kepala yang mana tidak memakai busana apa pun. Belakangan telah diketahui jasad ini bernama Budi Hartanto yang berusia 28 tahun ( kala itu ) asli warga kediri dan berprofesi sebagai guru Sekolah Dasar. 

Menurut dari Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera, pelaku ini berinisial AJ dan AP. dimana mereka berdua adalah laki-laki dan teman dari Budi yang saling mengenal baik. Untuk hubungan lebih jauhnya memang ditelusuri oleh Polisi dan yang jelas disampaikan ke publik hanya pelaku dengan korban memiliki hubungan yang spesifik. 

Dari adanya kasus-kasus mutilasi ini, semoga kalian bisa mengambil hikmah yang ada. Dimana ketika kalian sudah memiliki pasangan sebisa mungkin menjaga komitmen tersebut, lalu ketika memiliki barang-barang mewah jangan pernah membuat iri si yang tak mampu, sebisa mungkin menyisihkan uang untuk belajar agar bisa mendapatkan wawasan dan pekerjaan yang layak, dan selalu berhati-hati pada orang disekitar kalian. Karena kita tidak akan pernah tahu, kapan waktu terbaik bersama dengan orang terbaik juga. Bisa saja, di waktu terbaik, kesempatan kejahatan itu tiba bukan ?